1,839 Organisasi Nirlaba di Sumut Tidak Jelas

Anggota Konsil LSM Sumut saat audiensi kepada Eddy Syofian (Ka. Badan Kesbangpol Sumut), Selasa, 10/10/2015.

Anggota Konsil LSM Sumut saat audiensi kepada Eddy Syofian (Ka. Badan Kesbangpol Sumut), Selasa, 10/10/2015.

“Melihat perkembangannya saat ini, sangat banyak sekali LSM yang saya bayangkan hari ini berbeda sekali dengan pada zaman dulu. Saat ruang hibah besar, banyak bermunculan, dan pekerjaan pemberdayaan masyarakatnya tidak terarah dengan lembaga yang tidak jelas. Sehingga Kesbangpol Linmas Propinsi Sumatera Utara bisa mengeluarkan puluhan surat keterangan terdaftar (SKT) dalam sehari. Bila dilihat lebih jauh, ternyata banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Selama periode saya disini, perlahan dilakukan perubahan.” Ungkap Eddy Syofian, Kepala Badan Kesbangpol Propinsi Sumatera Utara, saat menerima audiensi dari Konsil LSM Sumut (10/02/2015).

Sampai bulan ini, Kesbangpol Sumut mencatat ada 1,839 organisasi yang terdaftar di Kesbangpol. Organisasi tersebut terdiri dari organisasi nirlaba dan ormas, “namun dari daftar itu Saya melihat sedikit sekali LSM yang benar-benar untuk pemberdayaan masyarakat seperti yang Saya kenal dulu menjadi anggota forum LSM Sumut, yakni Wahana Informasi Masyarakat (WIM). Saya melihat aktivis LSM yang benar-benar melakukan pemberdayaan pada rakyat masih ada, namun mereka sekarang banyak tersebar di daerah-daerah. Seperti yang Saya jumpai dalam beberapa waktu terakhir ini.” Tambah Eddy.

Mengklarifikasi kondisi banyaknya lembaga nirlaba dan masalah-masalah yang dihadapi, perwakilan Konsil LSM Sumut, dalam audiensi dikoordinir Misran Lubis, menyatakan, “keberadaan Konsil LSM justru untuk menjernihkan keadaan, karena kelakuan buruk organisasi nirlaba yang tidak jelas saat ini. LSM atau NGO yang murni justru terkena dampak dari kelakuan buruk organisasi nirlaba yang justru tidak mengerti pekerjaan pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya.”

“Keseriusan Konsil LSM Indonesia untuk mengatasi keadaan ini, bahkan Konsil telah menerbitkan Kode Etik LSM dan jurnal Akuntabilitas secara berkala,” tambah Misran, sambil menyerahkan 1 eksemplar buku Kode Etik LSM dan 1 eksemplar jurnal Akuntabilitas yang diterbitkan Konsil LSM Indonesia kepada Eddy Syofyan.

Pada kesempatan ini Eddy Syofian menyatakan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya karena keberadaan Konsil LSM Indonesia, khususnya perwakilan Sumut akan menjernihkan kondisi dan konstalasi keruh yang difahami masyarakat di Sumut tentang per-LSM-an, atau organisasi nirlaba ini. “Keberadaan Konsil juga pasti akan membantu pekerjaan pemerintah ke depan untuk bidang pemberdayaan masyarakat, dan pasti banyak manfaat lain bagi khalayak di Sumut. Saya ingin sekali menjali berbagai kerjasama dengan Konsil LSM Sumut.” Tegas Eddy penuh harapan kerjasama yang baik ke depannya.

Bukan hanya janji, ucapan Eddy ditindaklanjuti dengan penyusunan agenda kerjasama dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang antara Kesbangpol Sumut dengan Konsil LSM Sumut, NGO anggota Konsil dan masyarakat dampingan NGO.

Paling sedikit ada 7 kesepakatan yang akan dikerjakan bersama antara Kesbangpol Sumut dengan Konsil LSM Sumut, antaranya;

  1. Jangka Pendek: Pada rapat kerja Kesbangpol seluruh Kabupaten/Kota Se-Sumut, diberikan ruang untuk Konsil LSM memperkenalkan diri dan memaparkan akuntabilitas dan kode etik LSM (tanggal 11/2/2015). Pada Seri Demokrasi, Dialog Kebangsaan yang dilakukan Kesbangpol Sumut, yang dihadiri seluruh Muspida Kabupaten/Kota di Sumut dengan topik ketahanan pangan, akan diberikan ruang yang sama, Konsil LSM memperkenalkan diri dan memaparkan akuntabilitas dan kode etik LSM tanggal 17/2/2015).
  2. Dalam Seri Demokrasi, Dialog Kebangsaan Kesbangpol Sumut akan dilakukan 2 kali bekerjasama dengan Konsil LSM Sumut dengan topik yang dibawa; Akuntabilitas dan Pentingnya Kode Etik LSM, dan berikutnya CSR untuk Peningkatan Pembangunan Berkelanjutan dalam Pemberdayaan Masyarakat Sumut.
  3. Penyelenggaraan serial diskusi atau pertemuan para pihak, terdiri pemerintah, pengusaha, LSM dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) akan diselenggarakan sebulan sekali dengan forum yang menyenangkan dan santai.
  4. Kesbangpol bekerjasama dengan Konsil melakukan verifikasi lembaga nirlaba se-Sumut yang hasilnya akan diterbitkan dalam bentuk buku katalog lembaga nirlaba Sumut dan publikasi database online di website.
  5. Kesbangpol bekerjasama dengan Konsil melakukan capacity building (penguatan kapasitas lembaga) pada sisi pemahaman kerja-kerja sosial pemberdayaan masyarakat, manajemen organisasi, keuangan, pelaporan, dan penyusunan proposal
  6. Kesbangpol bekerjasama dengan Konsil melakukan studi dalam bentuk serial focus group discussion (FGD) dalam rangka menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tentang CSR. Dan revisi Pergub tahun 2013 tentang Bantuan Sosial.
  7. Kesbangpol bekerjasama dengan Konsil melakukan studi dalam bentuk serial focus group discussion (FGD) dalam rangka menyusun Akuntabilitas dan Kode Etik LSM yang bermitra dengan pemerintah Propinsi Sumatera Utara, Kabupaten dan Kota se-Sumut. (isw)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s